|
|
E-Library Universitas Brawijaya |
Law Faculty |
Jurisprudence Undergraduate Program |
Minor Thesis |
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://elibrary.ub.ac.id/handle/123456789/27800
|
| Title: | Rencana Penerbitan Obligasi Daerah sebagai Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur |
| Authors: | Sari, Tri Perwita |
| Keywords: | Penerbitan Obligasi Daerah Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur |
| Issue Date: | 16-Jun-2011 |
| Abstract: | Kabupaten Jombang dengan visinya Menuju Jombang Yang Agamis,
Mandiri, Berdaya Saing, dan Sejahtera, yang mengisyaratkan suatu proses
pembangunan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Jombang
yang mandiri, berdaya saing dan sejahtera yang pada akhirnya diharapkan akan
menghasilkan masyarakat yang sejahtera, berwawasan global dan bernuansa
agamis sebagai motivasi moral dan etika dalam beraktivitas. Untuk mewujudkan
Visi tersebut di atas, maka Pemerintah Kabupaten Jombang menjabarkan visi ke
dalam misinya yaitu mewujudkan kepemerintahan yang baik, memberdayakan
potensi daerah berbasis sumberdaya lokal, meningkatkan sarana dan prasarana
wilayah, mewujudkan ciri khas wilayah yang berbasis agraris. Akan tetapi
kemampuan daerah untuk mencukupi kebutuhan pembangunan daerah
diasumsikan masih belum dapat memenuhi secara keseluruhan, sehingga upaya
untuk meningkatkan pendapatan daerah harus dilaksanakan dengan baik.
Peningkatan pendapatan daerah diupayakan dengan tetap mengutamakan
pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut selaras dengan kebijakan Pemerintah
Kabupaten Jombang dalam mendukung program yang berpihak pada pemenuhan
pelayanan dasar masyarakat, dimana untuk peningkatan kualitas dan jangkauan
pelayanan infrastuktur Kabupaten Jombang. Pinjaman daerah merupakan salah
satu sumber pembiayaan yang bertujuan untuk mempercepat perekonomian
daerah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dan pinjaman daerah ini
dapat bersumber dari masyarakat yang berupa penerbitan obligasi daerah melalui
penawaran umum di pasar modal domestik. Akan tetapi di Kabupaten Jombang,
Pemerintah setempat belum pernah melakukan penerbitan obligasi daerah sebagai
alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur disebabkan Pemerintah
Kabupaten Jombang takut kehilangan aset kepemerintahannya. Dari latar
belakang tersebut ditarik beberapa rumusan masalah, pertama Bagaimana rencana
arah kebijakan pelaksanaan penerbitan obligasi daerah sebagai alternatif
pembiayaan pembangunan infrastruktur berdasarkan APBD Kabupaten Jombang.
Kedua, bagaimana solusi mengenai konsep/kendala obligasi daerah sebagai
alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur.
Dalam mengetahui upaya penerbitan obligasi daerah sebagai alternatif
pembiayaan pembangunan infrastruktur yang layak atau tidak layak dilaksanakan
oleh Pemerintah Kabupaten Jombang dengan kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman apabila hal ini dilakukan. Maka metode pendekatan yang dipakai adalah
yuridis sosiologis, penelitian yang didasarkan pada data primer berupa wawancara
dengan Kepala BPKD dan data sekunder berupa literatur hukum serta
data/dokumen resmi dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten
Jombang. Kemudian, seluruh data yang ada di analisa menggunakan teknik
analisa isi atau content analysis.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh jawaban atas
permasalahan yang ada, bahwa arah kebijakan pelaksanaan penerbitan obligasi
daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur berdasarkan
APBD Kabupaten Jombang merupakan kegiatan yang positif dan dana yang
diperoleh cukup potensial jika dapat digunakan untuk investasi pada sektor-sektor
yang produktif serta untuk membiayai pembangunan atau peningkatan sarana dan
prasarana umum yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti sarana kesehatan atau
rumah sakit, sarana pendidikan, kawasan industri kecil, sarana transportasi,
pertanian atau tanaman pangan rakyat di Kabupaten Jombang. Penerbitan obligasi
daerah merupakan pinjaman daerah yang layak, sebab daerah dapat memperoleh
sumber pembiayaan baru yang bisa digunakan secara efektif untuk memacu
pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Jombang sehingga pada
akhirnya akan lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kendala yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Jombang disebabkan
oleh ketakutan Pemerintah apabila kehilangan aset pemerintah yang berharga
dikarenakan perencanaan yang kurang dari Pemerintah Kabupaten Jombang
dalam hal penerbitan obligasi daerah serta administrasi yang kurang baik dan
transparan sehingga dapat menimbulkan kejahatan birokrasi yang baru di
kalangan Pemerintahan. Dan solusi atas kendala tersebut yaitu dengan
mendatangkan para ahli dibidang Pasar Modal Domestik misalnya Bapepam,
Penasehat Hukum Obligasi, Penasehat Keuangan, dan sebagainya untuk
memberikan penyuluhan kepada Pemerintah setempat untuk dapat melakukan
rencana penerbitan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan
infrastruktur. Lalu disertai dengan perbaikan manajemen usaha dan mempertinggi
rating obligasi daerah yang diterbitkannya.
Menyikapi fakta-fakta tersebut diatas, maka perlu kiranya Pemerintah
Kabupaten Jombang melakukan pengkajian yang lebih mendalam mempersiapkan
regulasi dan prosedur penerbitan obligasi daerah, mempersiapkan saluran
distribusi atau outlet yang akan digunakan untuk melayani transaksi jual beli
obligasi daerah, membuat kriteria tentang proyek-proyek yang layak didanai
dengan penerbitan obligasi daerah, membuat kriteria tentang daerah yang layak
menerbitkan obligasi daerah, membuat mekanisme pengawasan penerbitan
obligasi daerah, sebagai upaya kesiapan Pemerintah Kabupaten Jombang di masa
yang akan datang apabila menerbitkan obligasi daerah sebagai alternatif
pembiayaan pembangunan infrastruktur |
| URI: | http://elibrary.ub.ac.id/handle/123456789/27800 |
| Appears in Collections: | Minor Thesis
|
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|